Barrier of Change

Kebanyakan Manajer atau Supervisor memiliki pengertian mengenai perubahan hanya dalam aspek fisik pekerjaan sehari-hari saja, bahwa perubahan itu disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun perubahan yang dilakukan oleh Manajer atau Supervisor itu sendiri. Perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, dan pasti terjadi, sebab dunia dan manusia yang hidup di dalamnyapun berubah setiap saat.

Jika kita berbicara mengenai PERUBAHAN, maka hal tersebut sangat berkaitan erat dengan AGEN PERUBAHAN. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Kita mungkin dapat meyakinkan diri kita sendiri untuk berubah dan menjaga konsistensi perubahan tersebut. Namun, pada saat kita harus meyakinkan orang lain mengenai kebutuhan akan suatu perubahan dan kemudian membuat mereka mau menerima perubahan tersebut secara positif, serta mengajak bersama-sama menerapkannya secara bertanggung jawab, maka situasinya akan jauh berbeda. Kita akan banyak menghadapi kekecewaan, reaksi negatif, muncul kebimbangan, dan sulit untuk menentukan metode pendekatan yang dibutuhkan. Tetapi, jika kita mengenal dan mengerti apa yang menyebabkan timbulnya hal itu semua, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengatasinya, dan memperlancar proses perubahan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjawab pertanyaan “Apakah perubahan tersebut berguna (bagi mereka)?” Kita perlu memahami bahwa seseorang akan merasa takut dan enggan dalam menjalani suatu proses perubahan, karena mereka telah terbiasa sejak lama dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Sebagai seorang pemimpin, kita seringkali menginginkan karyawan yang kita awasi agar:

1. Dapat berbuat sesuatu yang lebih baik dari yang dilakukannya sekarang.

2. Bekerja lebih cepat, giat dan cermat.

3. Berhenti melakukan hal yang merintangi produktivitas.

4. Berbuat sesuatu yang belum dilakukan sebelumnya, agar dapat meningkatkan produktiftas.

Kita menginginkan mereka untuk berubah, agar dapat memiliki perilaku yang lebih baik.

HALANGAN dalam PERUBAHAN

Berikut adalah beberapa hal umum yang menjadi penghalang bagi seorang manusia untuk berubah:

  • Kehilangan Kendali

    Perubahan bisa membuat seseorang kehilangan kendali terhadap sesuatu. Misalnya, perubahan sistem kerja – efisiensi lalulintas informasi dan kewenangan – membuat seseorang merasa tidak lagi memiliki andil dalam suatu pengambilan keputusan, di mana anak buah kita tidak perlu lagi bertanya dan meminta nasihat dari kita karena mereka dapat mengambil keputusan secara lebih mandiri.

  • Rasa Ketidakpastian yang Berlebihan

    Ada rasa ketidakpastian dalam diri seseorang dalam menghadapi perubahan: Apa yang akan terjadi setelah perubahan tersebut diimplementasikan? Hal-hal apa yang akan muncul – dari segi pandang negatif – setelah perubahan tersebut dilaksanakan?

  • Terkejut

    Perubahan yang cepat dan berkesan “tiba-tiba” membuat seseorang cenderung bingung dan bersikap protektif terhadap kondisi dan cara kerja yang lama, di mana seseorang telah cukup merasa nyaman dan aman dalam melakukannya.

  • Pengaruh “Keberbedaan”

    Seseorang cenderung menghindari “keberbedaan”. Konsep berpikir konservatif seperti ini tumbuh dari anggapan bahwa “keberbedaan” dianggap sebagai sesuatu yang aneh dan tidak pada tempatnya.

  • Kehilangan Muka

    Perubahan dapat menyebabkan seseorang kehilangan muka dari atasannya. Metode dan sistem kerja, pelaporan dan kontrol yang lebih baik dan efisien membuat atasan kita tidak perlu lagi datang dan bertanya kepada kita, sehingga kita merasa atasan kita “meninggalkan” kita.

  • Potensi Masa Depan

    Perubahan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, dan memampukan seseorang untuk meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya. Hal ini tentu membuat seseorang merasa karirnya di masa mendatang terancam pada saat anak buahnya mengalami peningkatan yang signifikan melalui perubahan tersebut, dan berusaha untuk menghambat perkembangan tersebut. Padahal, peningkatan tersebut sebenarnya juga teraplikasikan terhadap dirinya sendiri.

  • Tambahan Pekerjaan

    Dalam rangka perubahan, ada kalanya dilakukan penambahan-penambahan tertentu untuk lebih meningkatkan kontrol, efektifitas kerja, dll. Seseorang cenderung untuk menolak penambahan tersebut karena merasa bahwa tugas dan tanggungjawabnya sudah terlalu besar untuk menerima tambahan pekerjaan tersebut. Namun ternyata ia tidak menyadari bahwa penambahan-penambahan tersebut dilakukan untuk membuat tugas dan tanggungjawab yang dipegangnya menjadi lebih teratur dan efisien, sehingga mampu mencapai peningkatan produktivitas yang diinginkan.

  • Penolakan Masa Lalu

    Seseorang yang mengalami kekecewaan terhadap kegagalan perubahan-perubahan di masa lalu cenderung untuk menolak perubahan-perubahan di masa mendatang. Ia akan berpikir bahwa perubahan yang dilakukan akan membawa hasil yang sama dan hanya buang-buang waktu saja.

  • Ancaman yang Nyata

    Semua ketakutan dan hambatan di atas tampak semakin jelas sejalan dengan bergulirnya perubahan yang dilakukan, apalagi hal-hal kecil dari ketakutan-ketakutan tersebut terjadi dalam proses perubahan tersebut.

  • Efek Riak Air

    Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar: Efek yang ditimbulkan akan menyebar bertambah luas dan semakin rumit dan semakin sulit dijalani. Anggapan inilah yang kemudian membuat seseorang ragu untuk melangkah dan melakukan perubahan.

Einstein

Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything – Albert Einstein

One Comment

  1. situs scam February 26, 2026 at 08:09 - Reply

    Great content, I learned a lot from reading this.

Leave A Comment

Receive the latest news in your email
Table of content
Related articles