SMART Goals

Suatu Goal / tujuan yang hendak dicapai harus meliputi:

1. Apa yang Anda inginkan

2. Kapan Anda menginginkannya

3. Bagaimana Anda ingin pencapaian tersebut dilakukan

Suatu harapan adalah cara mengomunikasikan kepada orang lain mengenai tujuan yang ingin Anda capai. Penyampaian harapan secara baik dan jelas dapat menjadi jembatan antara apa yang Anda persepsikan tentang sesuatu yang anda inginkan dengan apa yang dipersepsikan orang lain tentang sesuatu yang Anda inginkan tersebut.

Goal dapat berupa jumlah produksi, kualitas, pelayanan, kinerja dan produktivitas, dan kedisiplinan.

Jika Anda telah menentukan apa saja yang merupakan Tujuan / Goal Anda, maka perlu dikomunikasikan dengan baik kepada para karyawan. Perlu diingat bahwa untuk membuat tujuan / goal yang benar, haruslah memiliki satuan ukur, misalnya, 3.500 pcs hasil produksi sarung tangan setiap hari, maksimum 2% reject, dsb. Jika tidak memiliki satuan ukur, maka tujuan tersebut hanya merupakan suatu keinginan saja, bukanlah suatu tujuan / goal.

Contoh:

“Meningkatkan kualitas produksi” bukanlah merupakan tujuan, tapi hanya suatu keinginan. Sebaliknya, “…mencapai STV 90%” tujuan / goal. “Mencoba untuk melakukan pekerjaan lebih baik” bukanlah tujuan, tapi suatu keinginan. Adalah mustahil untuk menentukan kapan suatu keinginan benar-benar dipenuhi. Tapi, “…memproduksi reject kurang dari 2%” adalah suatu tujuan / goal.

Jika tujuan / goal telah dibuat dan telah ditentukan apakah tujuan / goal tersebut realistis dan dapat dicapai, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi suatu harapan dan mengomunikasikannya kepada karyawan Anda. Ingatlah, bahwa jika suatu tujuan / goal pernah dicapai atau dilampaui pada masa lalu, maka tidak ada alasan bahwa tujuan / goal tersebut tidak dapat dicapai atau dilampaui lagi. Adalah merupakan bagian dari tugas Anda untuk meningkatkan kinerja di perusahaan. Melanjutkan kinerja pada tingkat yang sama tanpa adanya perbaikan (improvement) adalah suatu stagnasi, bukan suatu kemajuan.

Selanjutnya, bilamana Anda menetapkan suatu tujuan / goal terlalu tinggi, karyawan akan merasa bahwa tujuan / goal tersebut hanyalah mimpi yang tak tercapai, dan mereka pun tidak akan terdorong untuk mencapainya. Jika Anda meminta karyawan untuk bekerja lebih keras, maka Andapun harus yakin bahwa mereka mampu melakukannya. Artinya, Anda harus menetapkan tujuan / goal yang menantang.

Apabila harapan-harapan Anda telah dikomunikasikan kepada karyawan, tindak lanjut harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang diharapkan, atau setidaknya dapat menentukan penyebab terjadinya penyimpangan, dan kemudian melakukan tindakan korektif. Tanpa tindak-lanjut yang tepat / memadai, keseluruhan proses akan kehilangan kredibilitas, dan para karyawan umumnya akan kembali ke cara lama dalam melakukan pekerjaannya.

Ketika mempersiapkan tujuan / goal dan harapan / ekspektasi hendaklah dipertimbangkan hal-hal berikut:

1. Meningkatkan keluaran, hasil, pendayagunaan peralatan, atau kuantitas lainnya dari pekerjaan.

2. Menurunkan biaya, seperti reject, pekerjaan ulang (rework), tingkat kepindahan karyawan, absensi, pembuatan sample, start-up, lembur, downtime, biaya perawatan dan suku cadang.

3. Memperoleh lebih banyak saran guna memperbaiki metode serta prosedur. (perhatian terhadap karyawan).

4. Menurunkan jumlah reject atau pun keluhan / complaints selama inspeksi atau pun dari pelanggan.

5. Menyelesaikan proyek khusus persis pada waktu yang ditetapkan.

6. Mengembangkan tenaga kerja terlatih bagi pekerjaan-pekerjaan khusus.

7. Menurunkan biaya pengobatan, rugi waktu karena kecelakaan kerja, atau munculnya keluhan / tuntutan karyawan.

Selanjutnya tujuan / goal yang akan dicapai tersebut haruslah dibuat “S.M.A.R.T.” terlebih dahulu.

Specific – Berhubungan dengan kuantitas, kualitas, dan waktu

Measurable – Mempunyai satuan ukuran

Agreed – Jika seseorang tidak menyetujui untuk bekerja mencapai harapan-haranan itu, maka itu bukanlah tujuan / goalnya

Realistic – Harapan tersebut dapat dicapai dan menantang

Trackable – Dapat ditindaklanjuti, ditelusuri, serta laporannya (tujuan / goal) dibuat secara berkala secara berkala.

Dan yang lebih penting adalah: Tujuan / goal yang S.M.A.R.T. itu harus dikomunikasikan dengan baik dan jelas.

SMART Goals

Leave A Comment

Receive the latest news in your email
Table of content
Related articles